Pages

Kamis, 08 April 2010

Minum Susu Terlalu Banyak Menyebabkan Osteoporosis?

Gambar di pinjam dari http://www.kulinologi.biz/

Selama ini yang kita tau bahwa salah satu manfaat susu dapat membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh berkurang seiring dengan usia, kita dianjurkan agar minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun menurut Dr. Hiromi Shinya guru besar kedokteran Albert Einstein College of Medicine AS dalam bukunya The Miracle of Enzyme, minum susu terlalu banyak mempunya efek sebaliknya.
Pada umumnya dipercaya bahwa kalsium dalam susu lebih mudah diserap daripada kalsium dalam makanan-makanan lain seperti ikan kecil, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar.
Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg, namun saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusah untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, jika anda mencoba untuk minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh secara keseluruhan.
Dari empat negara yang banyak sekali mengkonsumsi susu tiap harinya yaitu Amerika, Swedia, Denmark dan Finlandia ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.
Sebaliknya ikan-ikan kecil dan rumput laut yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang dan pada awalnya dianggap rendah kalsium, ternyata mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap yang meningkatkan jumlah konsentrasi kalsium dalam darah. Terlebih lagi hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu. Bahkan saat ini tidak terdengar banyak orang menderita osteoporosis dari mereka yang tidak minum susu tiap harinya. Tubuh dapat menyerap kalsium dan mineral yang diperlukan melalui pencernaan udang kecil, ikan dan rumput laut.
Selain itu ada beberapa fakta lagi yang diungkapkan oleh Dr. Hiromi Shinya mengenai susu yang perlu diketahui:
  1. Tidak ada makanan lain yang sulit dicerna daripada susu.
  2. Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu , langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna.
  3. Komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas.
  4. Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi.
  5. Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus.
  6. Jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik (eksim)

0 komentar:

Posting Komentar