Pages

Tampilkan postingan dengan label Tips Dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Dapur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

Kesalahan Memasak yang Mengundang Racun

Banyak orang enggan makan di tempat yang kurang bersih karena takut keracunan. Padahal, sebenarnya keracunan makanan bisa berawal dari dapur sendiri.

Berdasarkan data YLKI, tren kasus keracunan makanan meningkat tajam sejak tahun 2004. Sekitar 45 persennya terjadi pada anak-anak sekolah. Dan, sampai sekarang, kasus keracunan makanan tetap saja banyak terjadi silih berganti di berbagai daerah. Penyebabnya sangat beragam. Ada yang karena jajan sembarangan dan tidak sedikit juga karena menyantap olahan dapur rumahan.

"Riset membuktikan ternyata orang tidak terlalu berhati-hati dalam mengolah makanan seperti yang seharusnya," kata Janet B Anderson, RD, profesor klinik bidang nutrisi dan ilmu makanan di Utah University. "Banyak orang percaya bahwa mereka sudah melakukan prosedur yang benar, padahal kenyataannya tidak."

Berikut adalah beberapa kesalahan yang selama ini sering kita lakukan di dapur, yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan makanan :
  1. Hanya mencuci buah yang kulitnya bisa dimakan. Padahal, buah yang kulit dan bijinya tidak bisa dimakan, seperti pisang dan melon misalnya, bisa sama berbahayanya. Bakteri bisa berpindah dari kulit luar ke daging buah melalui pisau pemotong. Kesimpulannya, semua jenis buah-buahan harus dicuci. Dianjurkan: Kupas juga kulit tomat, stroberi, dan paprika setelah dicuci.
  2. Meninggalkan sisa makanan di atas kompor. Meninggalkan sisa makanan di panci di atas kompor, meski dengan tujuan supaya makanan tetap hangat, justru akan merusak makanan tersebut. Menghangatkan makanan yang kita kira bisa mengurangi kemungkinan timbulnya racun, justru memberi hasil sebaliknya. Beberapa racun justru terbentuk karena makanan dihangatkan. Aturan yang benar: simpan sisa makanan di dalam kulkas. Hangatkan ketika jam makan hampir tiba.Dianjurkan: Tempatkan sisa makanan yang masih hangat dalam wadah kecil dan tidak terlalu tinggi supaya makanan lebih cepat dingin. Jangan penuhi kulkas dengan wadah berisi makanan. Mengapa? Karena kulkas yang penuh jadi tidak bisa mengeluarkan udara dingin dengan efisien.
  3. Memanggang daging hingga warna merahnya hilang. Penelitian di Kansas University mengatakan bahwa mata kita tidak bisa digunakan sebagai ukuran matang tidaknya sepotong daging. Contohnya, daging yang dibekukan akan cepat berubah warna menjadi coklat saat dimasak meski sebenarnya belum benar-benar matang. Sebaliknya, beberapa jenis daging cincang segar bisa tetap berwarna merah muda saat mencapai tingkat kematangan yang sempurna. Satu-satunya cara untuk mengetahui tingkat kematangan daging yang benar adalah dengan menggunakan termometer daging. Daging disebut matang kalau suhunya sudah 71 derajat celsius atau lebih saat dimasak. Dianjurkan: Kalau merasa daging yang dimasak belum cukup panas dan kita ingin memasaknya lebih lama, cuci dahulu termometer daging sebelum digunakan kembali untuk menghindari terjadinya kontaminasi.
  4. Langsung mencuci sayuran. Saat membawa sayuran segar pulang dari swalayan, kita jadi ingin langsung membersihkannya dan menyimpannya dalam kulkas. Tetapi, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan tumbuhnya jamur dan mikroba. Penyebabnya adalah kelembaban yang tertinggal dari air cucian, kata Linda J Harris, PhD, direktur riset keamanan makanan Western Institute, University of California. Sebaiknya, bersihkan sayur tepat sebelum kita mengolahnya. Dianjurkan: Kupas lapisan luar selada dan kubis. Di bagian inilah kontaminasi paling banyak terjadi. Bersihkan juga bagian-bagian lainnya. Jangan gunakan sabun karena dapat meninggalkan residu berbahaya.
Sumber: Kompas

Minggu, 20 Februari 2011

Cara Alami Hilangkan Bau Tak Sedap

Bau sampah
Jika bau sampah menyebabkan dapur berbau tak sedap, baking soda dapat membantu. Teteskan baking soda secukupnya pada dasar tempat sampah. Selain itu, teteskan lagi di kantong plastik sampah baru yang akan digunakan. Dengan cara ini bau akan sirna.

Bau cat baru
Sebelum mengecat sebaiknya tambahkan beberapa tetes vanila ketika mengaduk cat. Essen vanila tidak memengaruhi warna cat, hanya menghilangkan baunya saja.

Selain vanila, Anda juga bisa menggunakan serbuk kopi. Aroma kopi dapat mengurangi bau cat baru. Letakkan serbuk kopi dalam wadah di sudut ruang yang dindingnya selesai di cat. Dengan cara ini bau cat baru akan berkurang.

Pengharum ruangan alami
Agar pengharum ruangan bekerja maksimal, taruhlah bahan aroma terapi atau pengharum ruangan di dekat jendela. Aroma wangi mudah tersebar karena terbawa angin ke dalam ruangan.
Anda juga bisa mengganti pengharum ruangan dengan bahan alami. Tempatkan tanaman berbunga yang berbau harum, seperti melati, pada halaman rumah. Selain jadi asri, rumah Anda pun wangi. Anda juga bisa memilih tanaman lavender dan kenanga. Kedua tanaman ini, selain menimbulkan aroma harum, juga dapat mengusiir nyamuk.

Sumber: Kompas.com

Senin, 31 Januari 2011

Tips Tahu Tahan Lama dan Tidak Cepat Basi

Cuci tahu dengan air bersih kemudian tiriskan. Tuang air panas dan biarkan sampai dingin. Simpan di dalam kulkas

Agar Gunting Kembali Tajam

Bersihkan gunting, lalu ambil 10-15 helai daun sereh. Lalu gunting-gunting daun tersebut sampai halus. Maka gunting akan kembali tajam.

Senin, 27 Desember 2010

Merawat Wajan Teflon

Tidak hanya wajah aja yang perlu dirawat, wajan pun punya hak yang sama biar tahan lama dan bisa diwarisken ke anak cucu.
Cara perawatannya gampang dan gak pake ribet kok, yaitu:
  • Gunakan sendok yang terbuat dari kayu atau plastik tahan panas saat mengaduk makanan di dalam wajan.
  • Jangan sekali-kali menyiram wajan dengan air dingin saat kondisinya sedang panas, karena akan merusak lapisan wajan.
  • Jangan merendam wajan terlalu lama di dalam air karena akan mempercepat rusak lapisan Teflon.
  • Dinginkan wajan terlebih dahulu sebelum dicuci.
  • Cuci bersih wajan setiap kali habis dipakai, Keringkan dan simpan di tempat yang kering.
  • Cuci dengan air sabun menggunakan spon/busa yang lembut. Jangan pernah menggunakan abu gosok atau spon kasar kartena akan merusak lapisan Teflon.
  • Penggunaan deterjen yang berlebihan akan membuat wajan antilengket cepat rusak. Gunakan sedikit saja, dan cepat bilas dengan air, lalu keringkan. Pilih deterjen cair atau krim karena bahannya lembut dan tidak akan menggores permukaan wajan.
  • Wajan antilengket biasanya dirancang untuk suhu panas sedang. Artinya, wajan ini akan cepat rusak bila dipakai dengan api besar.
  • Baca aturan pakai wajan antilengket dengan teliti. Setiap merek punya aturan pemakaian yang berbeda.

Menyegarkan Tomat yang Layu

Gambar: Koleksi pribadi hasil 'kebon' sendiri

Sering menimbun tomat di kulkas, pas mo dimanfaatin tomatnya sudah layu dan gak aduhai lagi tampilannya? Eits jangan langsung dibuang ke tong sampah. Tomat yang mulai layu bisa kita segarkan dengan cara berikut:
Rendam tomat di dalam air yang dibubuhi sedikit garam. Simpan dalam keadaan terendam di dalam lemari pendingin.
Selamat Mencoba...!

Sabtu, 17 April 2010

Tips Memilih dan Menyimpan Telur

Memilih Telur
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memilih telur dengan kualitas yang baik. Cara termudah yang dapat dilakukan adalah:
  1. Memeriksa kondisi cangkang telur. Jangan membeli telur dengan kondisi cangkang telah rusak. Kerusakan cangkang telur menyebabkan terkontaminasinya telur dengan bakteri sehingga dapat menurunkan bahkan merusak nilai gizi.
  2. Meneropong telur kearah sinar. Jika terdapat guratan merah atau kuning telur sudah 'pecah' jadi jangan pernah membeli telur yang keadaanya seperti ini.
  3. Memasukkan telur ke dalam larutan garam. Bila telur tenggelam dan membujur sejajar di dasar tempat larutan berarti menandakan kondisi telur masih baik.
  4. Melihat langsung dengan memecahkan cangkang telur. Apabila kuning telur masih utuh dan warnanya tidak berubah maka telur masih dalam kondisi bagus.

Gambar dari http://www.preventionindonesia.com/

Menyimpan Telur
Telur merupakan protein hewani yang mudah rusak. Kerusakan bisa diakibatkan oleh kontak fisik langsung, salah tempat penyimpanan atau terkontaminasi dengan bakteri. Agar telur yang anda beli tahan lama, atur telur dalam rak lemari pendingin dan atur temperatur antara 0,5 hingga 2,2 0C. Balik posisi telur tiap 2 hari sekali agar posisi kuning telur tetap ditengah. Jika tidak ada pendingin, simpan telur pada rak telur dalam suhu kamar. Dapat juga disimpan dengan dilapisi jerami.

Sumber: tabloid Koki 

Kamis, 15 April 2010

Menguji Kelayakan Baking Powder

 

Baking powder yang sudah tidak layak pakai tidak ada fungsinya di dalam kue. Berapapun yang ditambahkan ke dalam adonan, tidak membuat adonan mengembang. Kalau ragu, siapkan saja satu gelas air, tuangkan 1/2 sendok teh baking powder. Kalau air segera bergolak seperti kita menuangkan soft drink, artinya baking powder masih berfungsi sempurna. Selamat mencoba.

Sumber: tabloid Saji